Layanan Internasional BNI, Gerbang Masuk Investor Asing ke RI
09 April 2021, 09:00:00 Dilihat: 478x
Jakarta - Deputy General Manager 2 Div Transaction Banking Services PT Bank Negara Indonesia, Paruhum P. Aritonang mengatakan potensi bisnis international sangat besar dan terbuka. Tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga berpotensi melakukan ekspor.
Menurut Paruhum, pandemi mendorong orang-orang migrasi ke digital. Ini yang membuat transaksi B2B antar negara semakin meningkat. Dari sini, salah satu strategi BNI dengan cara mendorong digitalisasi perbankan di perdagangan internasional.
"Kehadiran bank BNI membentuk mengembangkan aktivitas bisnis di luar negeri. Ini juga menjadi gerbang masuk bagi pengusaha asing yang mau investasi di Indonesia," jelas Paruhum, dalam Investime Week CNBC Indonesia (7/4/2021).
BNI menawarkan solusi bagi pengusaha Indonesia atau investor, mulai dari pembiayaan, garansi/penjaminan bank, juga sarana transaksi international seperti trade online. Semua ini bisa dilakukan sistem pembayaran digital hingga sistem pembayaran multi currency.
Selain itu guna mendorong layanan international, BNI juga menyiapkan layanan digital dengan dukungan dari tim advisor untuk transaksi maupun konsultasi finansial. Hal ini ditambah pula dengan layanan tim after sales service yang ditugaskan menjawab pertanyaan dari nasabah.
"Untuk pengurusan on boarding ke platform yang tadinya 2-3 hari akan di kurangi menjadi same day. Layanan manual dan semi manual akan kita kembangkan ke digital," jelasnya.
Berikutnya, BNI memberikan fasilitas pembiayaan murah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga bisa diakses secara digital. Selain itu BNI juga memaksimalkan cabang di luar negeri sehingga bisa menjadi trade center di kota-kota bisnis. Saat ini BNI trade center sudah berada di Singapura, Hongkong, London, New York, Seoul, Tokyo, juga Osaka.
"Secara khusus kami ada BNI trade online, jadi mudah trading international baik importir maupun eksportir sehingga bisa menembus pasar international. End result kita ingin ekonomi Indonesia bisa tumbuh dari dorongan UMKM itu," jelas Paruhum.
Sumber : cnbcindonesia.com