Jakarta - Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali mengatakan di masa pandemi ini disrupsi terus berlangsung sehingga transformasi ke platform digital menjadi sebuah keharusan. Di masa ini banyak pula pelaku usaha yang mengubah model bisnisnya, dan banyak jenis usaha baru yang bermunculan.
"Ada industri yang sangat dibutuhkan, yang harus menajwab tantangan jaman. Seperti health dan wealth. Yang menyangkut kesehatan, dan kebutuhan di masa-masa di rumah saja bisa berkembang ke depannya," kata Rhenald dalam Webinar inspiration Talk "Health and Wealth Postpandemic" BNI Investime Week di Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Yang terpenting dalam menjalan usaha saat ini menurutnya membuat sebuah ekosistem, dan harus bisa mengambil keputusan yang cepat. Pasalnya, menurut Rhenald yang bisa bertahan di masa ini bukan pengusaha yang penuh keteraturan, namun yang bisa membuat keputusan tepat serta adaptif.
"Dengan adanya teknologi baru kita bisa membuat usaha kita berjalan seperti orkestra, jadi bukan hanya manajemennya saja yang penting," ujarnya.
Dia menekankan, bagi pemilik bisnis harus terus belajar dan mengelola keuangan di masa pandemi. Apalagi di masa ini pendapatan usaha sering kali tidak pasti, namun beban pengeluaran tetap ada. Untuk itu, penting bagi pengusaha untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
"Di masa ini pendapatan bisa saja tidak tetap karena bisa saja bisnis yang dijalankan berdasarkan proyek,kemudian reputasinya. Tapi tetap harus jaga cashflow, darah hidupnya usaha adalah cash flow," ujar Rhenald.
Hal senada diungkapkan oleh Womenpreneur Shandy Aulia, yang merasakan tantangan yang berat bagi bisnis di masa pandemi ini. Menurutnya dalam menjalankan bisnis di masa pandemi sebaiknya tidak terlalu agresif, tetapi fokus pada skala prioritas yang telah ditentukan.
"Kita usahakan yang jadi keunggulan, dan itu yang menjadi prioritas dari sisi branding-nya, penerimaannya. Jangan produk yang satu belum berkembang sempurna kita terburu-buru mengembangkan lainnya," kata Shandy.
Dia menilai, pengusaha harus memastikan bisnisnya berjalan sustain sambil perlahan mencari potensi baru di pasar. Dengan begitu produk yang dihasilkan bisa tetap sejalan dengan kebutuhan pasar dan bisa diterima.
Sumber : cnbcindonesia.com