Diam-diam Saham Konsumer Mulai Diakumulasi, Saatnya Serok?
14 April 2021, 09:00:00 Dilihat: 438x

Jakarta - Bulan Ramadan biasanya menjadi periode di mana saham-saham emiten konsumer cenderung naik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan kenaikan berpotensi tinggi saat awal-awal puasa hingga jelang Lebaran nanti.
"Kalau kita sebenarnya lihat dari ini, untuk saham konsumer itu biasanya di awal-awal mostly sudah mulai beberapa yang akumulasi buy [beli] beberapa saham-saham di konsumer. Biasanya udah mulai tinggi menjelang puasa bahkan pembagian THR [tunjangan hari raya] bahkan sampai Lebaran," kata Analis NH Korindo Sekuritas, Putu Chantika dalam program InvestTime CNBC Indonesia, Senin (12/4/2021).
Dia mengatakan bulan Ramadan memang waktu terbaik karena beberapa alasan yakni daya beli masyarakat yang meningkat, permintaan akan sejumlah barang tinggi dan adanya Tunjangan Hari Raya atau THR.
Meski begitu, tidak setiap Ramadan menjadi waktu terbaik bagi saham konsumer. Sebab adanya Covid-19 menjadi anomali untuk saham-saham di sektor ini.
Putu berharap saham konsumer bisa kembali dan merasakan momentum Ramadan tahun 2021 ini.
"Kita sih berharap tahun ini saham konsumer kembali lagi, untuk meningkat kembali dapat lagi merasakan momentum Ramadhan yang sebenarnya tahun lalu sudah terlewati," jelasnya.
Khusus untuk THR, pemerintah sudah memastikan tunjangan tersebut harus sudah diserahkan baik bagi pegawai negeri dan karyawan swasta sebelum lebaran. Kementerian Keuangan juga memastikan PNS akan mendapatkan THR secara penuh.
Menilik ke tahun-tahun sebelumnya, THR akan dicairkan paling lambat 10 hari kerja jelang Hari Raya Idul Fitri. Jika benar, tahun 2021, THR akan diterima paling lambat akhir April atau awal Mei mendatang bagi PNS.
Melihat stimulus ini, Putu melihat jadi hal positif untuk saham konsumer. Diharapkan dengan keputusan itu, dapat menaikkan saham konsumer kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Karena kan kita lihat sebenarnya kemarin dari pemerintah untuk ada upah minimum juga beberapa provinsi, tuh tidak mengalami kenaikan cukup signifikan. Itu kan cukup memberatkan, tapi dengan daya stimulus ini diharapkan akan menjadi boost untuk saham konsumer bisa kembali seperti tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.
Berdasarkan data BEI, memang saham-saham konsumer belum bangkit. Misalnya saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih minus 13,95% di posisi Rp 6.325/saham secara year to date (ytd) hingga perdagangan Senin kemarin (12/4).
Emiten konsumer lainnya juga terkoreksi: PT Mayora Indah Tbk (MYOR) minus 6,27% Ytd di Rp 2.540/saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 9.66% di Rp 8.650/saham, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 3,65% di Rp 6.600/saham.
Sumber : cnbcindonesia.com
Share:

UN Videos

Java Coffee Culture and Festival Peneleh 2024
Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana ke - 56 dan Magister ke - 44
Wisuda Sarjana Ke 54 dan Magister Ke 42 Universitas Narotama

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2025 by UN | Universitas Narotama, All Rights Reserved.