Awas! Modus Klasik Investasi Bodong, Tokoh Agama hingga Seleb
18 April 2021, 09:00:01 Dilihat: 446x
Jakarta - Investasi ilegal masih marak di masyarakat. Dari bahkan promosi investasi ilegal juga kini semakin mudah dari perkembangan digital dengan melalui sosial media. Tidak sedikit nama tokoh selebriti dan tokoh ternama hingga tokoh agama ikut terbawa dalam promosi iklan investasi ilegal.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau bisa disebut Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L. Tobing, dalam Cuap Cuap Cuan BRI, Kamis (15/4/2021), mengakui kalau fenomena ini masih terjadi.
Walaupun tidak semua selebriti atau tokoh itu mengetahui kalau nama atau fotonya terpampang dalam iklan investasi.
"Jadi ada yang kejadiannya seperti ini, tokoh atau selebriti diundang presentasi suatu investasi, di mana kehadiran mereka jadi bahan promosi. Tapi banyak juga yang tidak tahu ketika itu investasi ilegal jadi hanya kegiatan mengelabui dari pelaku," kata Tongam.
Penggunaan testimoni tokoh atau selebriti untuk investasi ilegal memang kerap menjadi cara untuk menjaring nasabah. Karena melihat sosok yang dianggap dapat dipercaya. Sebab itu Tongam mengimbau jangan mudah percaya akan tawaran investasi.
"Intinya harus melihat pada dua hal, apakah logis dilihat dari imbal hasil dan bunga, lalu legal juga di cek izin resminya jangan sampai masuk ke investasi ilegal tanpa berizin," jelas Tongam.
"Kita bisa lihat dari dua sisi pelaku penawaran investasi bodong. Di mana dari kemajuan investasi saat ini mudah memberi tawaran investasi ilegal. pelaku ini gunakan tokoh agama tokoh masyarakat untuk testimoni. Di sisi lain Masyarakat masih banyak yang tergiur bunga imbal hasil tinggi langsung ikut. Begitu diiming-imingi langsung ikut. Masyarakat perlu ditingkatkan literasi terkait produk keuangan."
Selain itu semua keputusan investasi seharusnya diambil pada pribadi masing-masing, jangan terbawa oleh tren atau rekomendasi orang yang tidak memiliki keahlian di bidang investasi. Tongam menyatakan masih banyak orang yang ikut investasi karena opini dari kawan atau orang terdekat.
"Beberapa masyarakat mengatakan mereka ikut investasi ilegal ada testimoni dari rekan atau pelaku kalau dapat untung besar dapat rumah dapat mobil. Ini perlu dicermati karena ini bisa saja tidak benar. Testimoni palsu, perlu dilihat rasionalitas imbal hasil," jelasnya.
Tongam mengatakan sebaiknya jangan mudah juga terbujuk rayu oleh perusahaan penasihat investasi. Karena seperti kasus sebelumnya yang sempat ramai di mana perusahaan perencana keuangan malah berujung boncos akibat kerugian dana nasabah seperti dialami dalam kasus Jouska (PT Jouska Finansial Indonesia).
Sebelumnya juga ada kasus investasi bodong MeMiles sempat menghebohkan dan menjadi sorotan. Pasalnya, kasus investasi bodong ini juga menyeret nama sejumlah artis papan atas Tanah Air. Salah satunya adalah penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello.
"Penempatan investasi investasi merupakan keputusan investor jangan beri ke penasihat investasi, masuk atau beli keputusan kita jangan mau diiming imingi. Masyarakat diminta melakukan sendiri investasinya sehingga resiko bisa ditanggung sendiri," kata Tongam.
Sumber : cnbcindonesia.com