Mau Cuan dari Swing Trading Usai Lebaran? Begini Jurusnya
24 Mei 2021, 09:00:00 Dilihat: 1506x
Jakarta - Setelah libur panjang Lebaran, investor ingin meraih pundi-pundi cuan dengan cara transaksi saham dalam jangka pendek. Fenomena tersebut di kalangan investor biasa disebut sebagai swing trading sebagai strategi jual beli saham yang mampu memberikan cuan besar dalam waktu singkat.
Swing trading disebut biasanya melakukan jual beli saham dengan mengandalkan analisis teknikal. Meski demikian, para pelaku swing trading juga perlu memperhatikan pergerakan IHSG serta melakukan analisis fundamental ketika melakukan aksi jual beli untuk menekan risiko.
Head of Research PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Nico Laurens menjelaskan, analisa fundamental tersebut dibutuhkan saat investor akan membeli saham-saham yang memiliki potensi memberikan imbal hasil yang tinggi ke depannya.
"Biasanya swing trader melihat analisis teknikal untuk meminimalkan risiko error, tetap perhatikan fundamental, ini akan membantu stock picking [pemilihan saham]," kata Nico, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia dalam program InvesTime, Senin (17/5/2021).
Adapun, langkah dalam memilih saham-saham pilihan, kata Nico, adalah melihat perusahaan yang memiliki fundamental yang kuat, baik secara kinerja keuangan, katalis positif ke depannya atau aksi korporasi yang dilakukan perusahaan tersebut.
"Lihat mana yang perusahaan yang punya fundamental lebih kuat, banyak katalis positif, recara return bisa lebih tinggi. Ada corporate action, jika laporan keuangan positif, return cenderung positif," beber Nico.
Sementara itu, untuk pola analisis teknikal yang bisa dijadikan acuan ialah Moving Average (MA) atau pergerakan saham secara rata-rata dalam periode tertentu.
"Untuk saham menunjukkan pola golden cross ke atas, secara tren akan positif," ujarnya.
Sekadar informasi saja, Moving Average adalah indikator teknikal yang menghaluskan gerakan harga saham yang berfluktuasi. Indikator teknikal ini akan mengidentifikasi tren harga sesuai periodenya. Adapun, indikator MA mengacu pada informasi harga sebelumnya.
Sumber : cnbcindonesia.com